This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

02/12/12

Pesona Wisata Kuliner ala Bukittinggi Part 1



degustibus non est disputandum 
''selera tak dapat diperdebatkan''
       Salah satu daya tarik Sumatera Barat di mata (eh perut?) adalah kekayaan kulinernya. Siapa yang tak kenal masakan Padang. Jenis masakan yang didominasi santan itu popularitasnya sudah tak perlu ditanyakan lagi. Namanya yang mengusung nama daerahnya itu pula yang membuat kebanyakan orang kepincut ingin melihat sehebat apakah kota asal masakan itu, yaitu Bukitinggi.
Bagi teman-teman yang berkesempatan mengunjungi kampung halaman saya ini, maka makanan-makanan berikut gak boleh anda lewatkan. Ini dia aneka kuliner khas Bukittinggi lamak bana..

Tambunsu Nasi Kapau - Pasar Lereng
 
Gulai tambunsu adalah gulai dengan usus sapi berisi adonan tepung beras dan telor bebek, terkadang juga diisi tahu. Sebenarnya gulai Tambunsu ini juga merupakan bagian dari menu yang ada di Nasi Kapau, dan konon kabarnya ini adalah menu favorit para Raja dahulu kala. Bahkan sampai saat ini pun menu gulai tambunsu tetap menjadi favorit jika anda berkunjung ke kedai-kedai  Nasi Kapau yang ada di Pasar Lereng,Bukittinggi dan jaraknya tak jauh dari Jam Gadang. Tak perlu ditanya lagi, rasanya sungguh nikmat dan gurih.


Pisang Kapit - Pasar Lereng
Pisang yang dapat dijumpai di Pasar Lereng atau tepat disebelah Jam Gadang ini terbuat dari pisang kepok matang yang dipanggang lebih dahulu. Kemudian pisang dijepit (bahasa Minang: dikapit) sampai gepeng dan melebar. Jepitan ini seperti dua talenan kayu yang disambung. Pisang gepeng hasil kapitan tersebut kemudian diberi taburan kelapa parut yang dimasak bersama gula merah. Hangat dan manis. Enak!





Ayam Pop - Benteng, Pasar Atas

Ayam pop adalah ayam kampung yang direbus dengan santan dan berbagai bumbu, kemudian digoreng sebentar dengan minyak yang tidak terlalu panas, sehingga warnanya tetap pucat, tidak berubah menjadi coklat. Ayam goreng pucat ini sangat gurih, empuk, dan disantap dengan daun singkong rebus dan sambal tomat. Mak nyuss!





Gulai Itiak Lado Mudo - Ngarai Sianok

Bagaimanakah rasa gulai bebek muda yang direndam dalam kuah penuh cabai hijau? Huh...! Rasa gurih-pedasnya sulit terlupakan. Sensasi yang agak ekstrem itu menyergap lidah saat disantap bebek muda cabai hijau. Itulah Gulai Itiak Lado Mudo yang dapat dijumpai di Ngarai Sianok, Bukittinggi. 
Gulai itiak lado mudo adalah gulai daging bebek muda yang dilumuri cacahan cabai hijau. Saking banyaknya porsi cabai, seolah daging bebek muda itu ”berendam” dalam cabai. Sepotong daging bebek dijual Rp 20.000, sedangkan satu porsi bebek utuh berharga Rp 90.000.


Nasi Kapau - Pasar Lereng

http://www.mainmakan.com/wp-content/uploads/2012/01/unilis.jpg

Nasi Kapau memang sangat khas. Penyajian masakannya juga unik. Uni penjualnya duduk lebih tinggi dari bangku pembeli, seperti di atas takhta dengan aneka lauk dan gulai kapau di dalam baskom-baskom yang besar di depannya. Dengan posisi meja hidangan yang lebih tinggi, pembeli dapat langsung melihat aneka lauk yang menggiurkan terhampar di depan mata. Kita tinggal tunjuk ingin lauk apa, dan si uni dengan tangkas akan mengambil lauk dan gulai sayuran kapau dengan sendok tempurung bertangkai panjang.

Ada berbagai lauk untuk melengkapi nasi kapau. Yang khas seperti gulai tunjang. Ini gulai kikil kaki sapi atau urat sapi berkuah kuning dan dimasak lama, sehingga amat lembut saat digigit. Ada juga pangek ikan mas yang masih ada telur di dalam perutnya. Pangek ini gulai yang dibuat sampai kuahnya kering. Ada juga gulai tamusu atau usus sapi yang diisi telur dan tahu yang dihaluskan.

Nasi Kapau dengan lauk dendeng
Nasi Kapau dengan lauk ayam bumbu
Ada juga masakan Minang yang sudah dikenal seperti rendang, ayam goreng berbumbu, belut goreng, atau dendeng batokok. Semua itu dipadukan dengan gulai nangka muda yang dicampur kol, kacang panjang, dan rebung. Ini yang paling khas dari nasi kapau.

Gulai Kapau memang sangat kaya bumbu dan agak berbeda dari masakan Minang lainnya. Gulai Kapau terbuat dari santan kental dengan bumbu jahe, lengkuas, kemiri, cabe, dan menggunakan lebih banyak kunyit sehingga warnanya lebih kuning. Dimasak perlahan di atas tungku dan kuali tebal membuat semua bumbu meresap ke lauk dan sayurannya.

Seporsi nasi kapau yang dihidang si uni penjual biasanya terdiri dari nasi, sepotong gulai nangka muda, kol, kacang panjang dan seiris rebung dengan kuah kuning kental, sedikit rendang ubi kayu, dan lauk pilihan. Kali ini saya memilih sepotong gulai usus yang tampak gemuk karena berisi campuran telur dan tahu. Rasanya?...hmmm semua paduan nasi dan lauk dari Kapau itu benar-benar lezat. Tak mengherankan jika banyak orang ke Bukittinggi hanya untuk mencari nasi Kapau. 


Katupek Kapau - Pasar Lereng

Katupek Kapau atau ketupat Kapau mungkin mirip dengan ketupat pecel, atau bisa dibilang ketupat sayur dengan bumbu pecel. Tapi jangan salah, bumbu dan bahannya sangatlah berbeda. Ketupat yang dipotong-potong, lalu diberi irisan halus kol, pakis, daun singkong dan mie kuning. Lalu disiram sedikit kuah gulai dengan campuran isi nangka muda, rebung dan daun kol, dan ditutup dengan saus kacang yang langsung menyatu dengan kuah gulai.
Berbeda dengan ketupat sayur biasa bukan? kuah gulai yang kental aroma santan yang gurih menyatu sempurna dengan saus kacang yang lembut. Campuran bahan bahannya seperti kol, mie kuning dan pakis seakan menambah segar asupan lontong sebagai bahan utama. Ditambah kerupuk yang renyah, membuat masakan ini semakin kaya rasa.

 bersambung..
Tidak salah lagi, Bukittinggi adalah surga bagi pecinta wisata kuliner. Aneka makanan enak, dari cemilan sampai makanan "berat" dengan mudahnya bisa ditemukan di sini. Mengutip kata teman, "di Bukittinggi nggak ada makanan yang nggak enak!"

01/12/12

Pesona Sekeping Surga di Bukittinggi Part 1

 KOTA  Bukittinggi adalah salah satu kota di provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Kota ini sebelumnya disebut dengan Fort de Kock dan dahulunya pernah juga dijuluki sebagai Paris van Sumatra selain kota Medan, dan kota Bukittinggi juga pernah menjadi ibu kota negara Indonesia.

Kota ini merupakan kota kelahiran salah seorang Proklamator RI yaitu Bung Hatta, disebut juga sebagai kota pusaka dengan Jam Gadang, yaitu sebuah landmark di ketinggian jantung kota, berbentuk jam besar mirip Big Ben, sekaligus menjadi simbol bagi kota yang juga berada pada tepi sebuah lembah yang bernama Ngarai Sianok.

Selain itu kota Bukittinggi juga terkenal sebagai kota wisata yang berhawa sejuk, dan bersaudara (sister city) dengan Seremban dari Negeri Sembilan di Malaysia.

Selain itu juga mempunyai tempat terindah. Nah Ini tempat yang anda harus sambangi:

Jam Gadang
Jam Gadang adalah sebutan bagi sebuah menara jam yang terletak di jantung Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat. Jam Gadang adalah sebutan yang diberikan masyarakat Minangkabau kepada bangunan menara jam itu, karena memang menara itu mempunyai jam yang "gadang", atau "jam yang besar" (jam gadang=jam besar; "gadang" berarti besar dalam bahasa Minangkabau).

Sedemikian fenomenalnya bangunan menara jam bernama Jam Gadang itu pada waktu dibangun, sehingga sejak berdirinya Jam Gadang telah menjadi pusat perhatian setiap orang. Hal itu pula yang mengakibatkan Jam Gadang dijadikan penanda atau markah tanah Kota Bukittinggi dan juga sebagai salah satu ikon provinsi Sumatera Barat.

Jam Gadang dibangun pada tahun 1926 oleh arsitek Yazid Sutan Gigi Ameh. Jam ini merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, Controleur (Sekretaris Kota) Bukittinggi pada masa Pemerintahan Hindia Belanda dulu. Peletakan batu pertama jam ini dilakukan putra pertama Rook Maker yang saat itu masih berumur 6 tahun.

Denah dasar (bangunan tapak berikut tangga yang menghadap ke arah Pasar Atas) dari Jam Gadang ini adalah 13x4 meter, sedangkan tingginya 26 meter.

Jam Gadang ini bergerak secara mekanik dan terdiri dari empat buah jam/empat muka jam yang menghadap ke empat arah penjuru mata angin dengan setiap muka jam berdiameter 80 cm.

Menara jam ini telah mengalami beberapa kali perubahan bentuk pada bagian puncaknya. Pada awalnya puncak menara jam ini berbentuk bulat dan di atasnya berdiri patung ayam jantan. Saat masuk menjajah Indonesia, pemerintahan pendudukan Jepang mengubah puncak itu menjadi berbentuk klenteng. Pada masa kemerdekaan, bentuknya berubah lagi menjadi ornamen rumah adat Minangkabau.

Pembangunan Jam Gadang ini konon menghabiskan total biaya pembangunan 3.000 Gulden, biaya yang tergolong fantastis untuk ukuran waktu itu. Namun hal itu terbayar dengan terkenalnya Jam Gadang ini sebagai markah tanah yang sekaligus menjadi lambang atau ikon Kota Bukittinggi. Jam Gadang juga ditetapkan sebagai titik nol Kota Bukittinggi.

Ada satu keunikan dari angka-angka Romawi pada muka Jam Gadang ini. Bila penulisan angka Romawi biasanya mencantumkan simbol "IV" untuk melambangkan angka empat romawi, maka Jam Gadang ini bertuliskan angka empat romawi dengan simbol "IIII" (umumnya IV).



Ngarai Sianok
Ngarai Sianok adalah sebuah lembah curam (jurang) yang terletak di perbatasan kota Bukittinggi, dengan Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Lembah ini memanjang dan berkelok sebagai garis batas kota dari selatan ngarai Koto Gadang sampai di Ngarai Sianok Enam Suku, dan berakhir sampai Palupuh. Ngarai Sianok memiliki pemandangan yang indah dan menjadi salah satu objek wisata utama provinsi.

Jurang ini dalamnya sekitar 100 m membentang sepanjang 15 km dengan lebar sekitar 200 m dan merupakan bagian dari patahan yang memisahkan Pulau Sumatera menjadi dua bagian memanjang (Patahan Semangko). Patahan ini membentuk dinding yang curam, bahkan tegak lurus dan membentuk lembah yang hijau - hasil dari gerakan turun kulit bumi (sinklinal) - yang dialiri Batang Sianok (batang berarti sungai, dalam bahasa Minangkabau) yang airnya jernih. Di zaman kolonial Belanda, jurang ini disebut juga sebagai kerbau sanget, karena banyaknya kerbau liar yang hidup bebas di dasar ngarai.

Batang Sianok kini bisa diarungi dengan menggunakan kano dan kayak yg disaranai oleh suatu organisasi olahraga air "Qurays". Rute yang ditempuh adalah dari Desa Lambah sampai Desa Sitingkai Batang Palupuh selama kira-kira 3,5 jam. Di tepiannya masih banyak dijumpai tumbuhan langka seperti rafflesia dan tumbuhan obat-obatan. Fauna yang dijumpai misalnya monyet ekor panjang, siamang, simpai, rusa, babi hutan, macan tutul, serta tapir.

Lobang Jepang
Lobang Jepang merupakan salah satu objek pelancongan yang ada dalam Kota Bukittinggi dan merupakan peninggalan sejarah dari kependudukan Jepang selama berada di Bukittinggi.

Karena Bukittinggi yang sangat strategis, terletak di tengah - tengah Pulau Sumatera, maka penjajah Jepang menetapkan Kota Bukittinggi sebagai Pusat Komando Pertahanan Tentara Jepang di Sumatera (Seiko Sikikan Kakka) yang dipimpin oleh Jenderal Watanabe.

Sebagai kubu pertahanan militer bagi Jepang dibuatlah terowongan dibawah jantung kota Bukittinggi, disamping berfungsi sebagai pertahanan juga dipersiapkan sebagai penyimpan amunisi, barak, ruang makan, rumah sakit, ruang sidang dan dapur, yang jumlah keseluruhan ruangan 27 buah dan merupakan satu komplek lengkap, seperti denah yang dapat dilihat pada dinding pintu masuk.

Panjang lobang yang terdapat dilokasi Panorama ini lebih kurang 1400 meter, sedangkan panjang keseluruhan yang berada di bawah Kota Bukittinggi diperkirakan lebih kurang sekitar 5000 meter, dengan demikian yang terawat/terpelihara baru 30% dari lobang yang ada.

Kegunaan utama dari Lobang Jepang ini adalah sebagai basis pertahanan militer penjajah Jepang dari serangan Sekutu maka pembangunannya sangat dirahasiakan, dan tidak seorangpun yang mengetahui secara pasti kapan lobang jepang ini mulai dibangun. Hanya dapat diperkirakan beberapa bulan sesudah Maret 1942, saat Jepang merebut Kota Bukittinggi dari tangan Pemerintah Belanda.

Tenaga kerja kasar untuk mengali Lobang ini diambil dari orang - orang Indonesia yang ditangkap dari daerah lain, seperti dari pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera Selatan dan lain sebagainya, sedangkan hasil tangkapan dari Bukittinggi sendiri di bawa pula ke daetrah lain untuk dipekerja paksakan pula pada proyek - proyek lainnya, seperti le Loge untuk m,embuat jalan kereta api yang akan menghubungkan Muaro Sijunjung dengan Pekanbaru Riau. Namun pekerjaan ini tidak kunjung slesai, karena Jepang keburu kalah ditangan tentara Sekutu.

Tenaga teknis dalam pembangunan Lobang ini diambilkan dari orang - orang Indonesia yang bekerja di Tambang Batu bara Ombilin Sawahlunto yang berasal dari pulau Jawa.

Semua tenaga kerja kasar tidak sati orangpun yang dapat menyelamatkan diri, semuanya meningal disebabkan kekurangan makanan dan siksaan dari tentara Jepang. sehingga kerahasiaan Lobang tetap terpelihara.

Sekalipun Lobang ini dapat diselesaikan, namun belum sempat dimanfaatkan secara sempurna, karena Jepang keburu bertekuk lutut kepada tentara Sekutu akibat Dua Buah Atom yang dijatuhkan Tentara Sekutu di Kota Nagasaki dan Hirosima pada tanggal 7 dan 8 Agustus 1945, dan berlanjut dengan diproklamirkannya Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno - Hatta.

Saat ini Lobang Jepang ini cukup ramai dikunjungi oleh wisatawan baik Mancanegara maupun Nusantara dan merupakan objek wisata favorite di Bukittinggi dan bahkan Sumatera Barat.

Kondisi dalam terowongan
Dari pintu gerbang, kita menurunbi anak tangga sebanyak 135 buah, apabila anak tangga ini tingginya rata - rata 20 cm, dengan demikian 135 anak tangga berarti kita telah turun setinggi 27 M. jika kita bandingkan lagi tempat kita berdiri sekarang dengan jalan yang ada diatas kita, mempunyai perbedaan tinggi lebih kurang 5 M. dari perhitungan ini diketahuilah bahwa dasar Lobang berkisar antara 30 sampai 40 M dari permukaan tanah. Kedalaman ini sudah cukup aman dinilai oleh Jepang terhadap serangan udara dari Tentara Sekutu.